Find Us On Social Media :

Meski Lezat dan Banyak Digemari, Inilah 4 Dampak Terlalu Banyak Makan Tempe Goreng

Tempe goreng adalah salah satu asupan makanan yang berasal dari protein nabati yaitu kedelai. Apa dampak makan tempe goreng terlalu banyak?

GridKids.id - Tempe adalah salah satu asupan makanan yang umum dan banyak dikonsumsi di Indonesia.

Tempe adalah salah satu asupan protein nabati yang baik dikonsumsi untuk kesehatan tubuh.

Tempe termasuk murah dan mudah untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat, salah satunya tempe goreng.

Meski enak dan bikin ketagihan, tempe goreng yang dikonsumsi berlebihan bisa menjadi musuh bagi kesehatan orang yang mengonsumsinya, lo.

Dilansir dari halodoc.com, menurut Leah Cahill, PhD, dari Universitas Dalhousie Kanada menyatakan bahwa makanan yang digoreng bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit pada tubuh, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol tinggi.

Tempe yang diolah dengan cara digoreng bisa menyebabkan peningkatan kalori yang lebih banyak, apalagi jika dilapisi dengan adonan tepung sebelum digoreng.

Kebiasaan makan tempe goreng yang terlalu banyak bisa meningkatkan kalori dan menyebabkan risiko diabetes.

Gorengan tempe biasanya tinggi lemak trans karena lemak tak jenuh melalui proses hidrogenasi yang bisa mengubah struktur kimiawi lemak, dan akan sulit dipecah tubuh dan akhirnya memicu efek negatif ke tubuh.

Kandungan lemak trans yang dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak penyakit, misalnya penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas.

Makanan yang digoreng dimasak di minyak yang dipanaskan dengan suhu tinggi dan memicu meningkatnya lemak trans.

Lalu, apa sajakah dampak negatif konsumsi tempe goreng berlebihan? Yuk, simak sama-sama uraiannya di bawah ini, Kids.

Baca Juga: Jadi Menu Favorit Orang Indonesia, Mengonsumsi Bayam dan Tempe Bersamaan Bisa Datangkan Bahaya Ini

Dampak Negatif Terlalu Banyak Makan Tempe Goreng

1. Gangguan Tiroid

Umumnya tempe dan makanan berbahan kedelai bisa memengaruhi fungsi tiroid bisa menyebabkan hipotiroid atau rendahnya fungsi tiroid.

Kebiasaan mengonsumsi tempe bisa menghambat penyerapan yodium oleh kelenjar tiroid dan memicu pembengkakan kelenjar tiroid dan membentuk gondok.

Ketika terjadi pembengkakan tiroid bisa menyebabkan seseorang mudah kelelahan, gangguan memori, hingga depresi.

2. Gangguan Hati dan Ginjal

Protein dibutuhkan untuk perkembangan otak dan pembentukan otot, tapi jumlah protein yang masuk ke tubuh bisa memengaruhi kinerja fungsi hati lebih keras dan menyebabkan ekskresi dan kelebihan nitrogen.

Hasil ekskresi ini yaitu berupa urea yang masih perlu disaring dan dibuang oleh ginjal dalam bentuk urine.

3. Alergi

Tempe punya antigenisitas atau senyawa yang normalnya enggak terdapat di makhluk hidup dan bisa memicu gejala alergi.

Meski kandungannya termasuk rendah ada beberapa orang yang punya toleransi rendah terhadap zat antigenisitas ini.

Baca Juga: Imunologi, Cabang Ilmu Biologi tentang Sistem Imun dan Penyakit Penyertanya

Orang-orang yang punya riwayat alergi kacang-kacangan dan jamur sebaiknya kurangi dan hindari konsumsi tempe atau produk kedelai secara berlebihan.

Gejala intoleransi tempe biasanya bisa terlihat ketika seseorang menunjukkan reaksi seperti sensasi kesemutan di mulut, gatal-gatal, eksim, mual, diare, hingga bengkak di beberapa anggota tubuh orang yang mengonsumsinya.

4. Risiko Diabetes

Sebuah studi ilmiah meninjau efek konsumsi makanan tinggi protein menunjukkan ada konsentrasi plasma glukosa dan hormon glukoregulasi setelah makan makanan tinggi protein nabati.

Konsumsi tempe bisa memicu sekresi insulin dan glukagon yang menyebabkan gangguan kerja insulin yang potensial meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2, tipe diabetes yang dialami seseorang karena gaya hidup yang enggak sehat.

 ----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.