GridKids.id - Perkembangan terbaru tentang suspek infeksi cacar monyet di Singkawang, Kalimantan Barat, sudah dikonfirmasi negatif.
Hal ini disampaikan oleh Bapak Maxi Rein Roundonuw, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.
Menurut laporan Kabid P2 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, suspek infeksi cacar monyet yang dirawat di RSUD Soedarso, Pontianak, mengalami cacar air (Varicella) bukannya cacar monyet.
Pasien remaja yang menjadi suspek cacar monyet di Singkawang dirawat dan diisolasi untuk memastikan pasien suspek benar mengalami cacar monyet atau bukan.
Sebelum temuan 1 suspek cacar monyet di Singkawang, sebelumnya di Jakarta juga sudah ditemukan 9 kasus suspek cacar monyet namun terbukti negatif.
Sehingga perlu ditegaskan bahwa ssampai saat ini cacar monyet belum masuk ke Indonesia.
Meski begitu, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat tetap menjalankan prokes dengan sebaik-baiknya.
Hal ini diperlukan supaya bisa mengurangi risiko terpapar berbagai penyakit atau wabah yang sedang merebak di mana-mana saat ini.
Lalu, seperti apakah gejala cacar monyet yang wajib kamu waspadai? Yuk, Kids, simak uraian penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Baca Juga: Apakah yang Bisa Membuat Seseorang Tertular Cacar Monyet? Ini Penjelasan Ahli
Gejala Cacar Monyet
Dilansir dari kemkes.go.id, jika seseorang terpapar cacar monyet (monkeypox) biasanya gejalanya akan berlangsung selama 14-21 hari dan termasuk penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya.
Masa inkubasi virusnya berlangsung selama 6-16 hari tapi bisa juga berkisar antara 5-21 hari.
Gejalanya diawali dengan tubuh yang seolah meriang, lalu muncul gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri-nyeri badan, lemas, hingga pembengkakan pada kelenjar getah bening.
1-3 hari setelahnya maka akan mulai ruam dan lesi pada kulit yang muncul pada wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh hingga menjangkau telapak tangan dan kaki.
Ruam dan lesi itu akan berkembang dari bintik merah hingga berubah jadi lepuh yang berisi cairan bening dan nanah, mengeras, lalu rontok dengan sendirinya.
Semua proses itu terjadi dalam waktu 21 hari atau 3 minggu, dan ketika bintik-bintik cacar pada tubuh sudah rontok maka virus sudah enggak bisa menular lagi.
Di negara endemiknya, kasus wabah cacar monyet (monkeypox) bisa menyebabkan komplikasi parah yang berakibat fatal yaitu kematian, khususnya pada pasien anak-anak.
Dibandingkan dengan kelompok usia dewasa, anak-anak atau kelompok usia muda jauh lebih rentan terpapar virus cacar monyet (monkeypox) karena masih belum membentuk antibodi untuk melawan salah satu virus zoonosis ini.
----
Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.
Source | : | Kompas.com,kemkes.go.id |
Penulis | : | Ayu Ma'as |
Editor | : | Danastri Putri |
Komentar