Find Us On Social Media :

Marak Di Sosial Media, Apa Bahaya Self Diagnosis Kesehatan Mental? #AkuBacaAkuTahu

Marak self diagnosis di sosial media selama pandemi, apa bahayanya?

Bahaya Self Diagnosis

Masih menurut Highland Spring Clinic, Amerika Serikat, orang yang sembarang melakukan self diagnosis kesehatan mental bisa mendorong seseorang melakukan keputusan keliru.

Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan seseorang mengonsumsi obat-obatan sembarangan tanpa resep dokter.

Hal ini malah bisa membuat kondisi kesehatan bisa memburuk, misalnya seseorang mengalami kecemasan berlebih dan cenderung mencocok-cocokan kondisi atau gejala tertentu dengan apa yang dirasakannya.

Self diagnosis juga bisa membuat seseorang bersikap menyangkal gejala yang dialaminya (bersikap denial). Hal ini bisa menghambat proses penanganan kesehatan mental secara profesional.

Baca Juga: Vitamin yang Baik Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Mental, Apa Saja?

Selain itu, jika seseorang melakukan self diagnosis sembarangan akan berpengaruh terhadap orang lain yang memang mengalami kondisi gangguan kesehatan mental betulan. 

Jadi, lebih baik jika seseorang merasakan gejala-gejala yang mengarah pada gangguan mental, untuk mencari bantuan profesional untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Setelah mengetahui bahayanya jangan ikut-ikutan tren self diagnosis di sosial media, ya, Kids.

Baca Juga: Rutinitas Memasak di Tengah Pandemi, Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental, Sering Melakukannya?

----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.