Find Us On Social Media :

3 Bentuk Kepercayaan Orang Jepang yang Diterapkan dalam Keseharian

Jepang membebaskan warga negaranya dalam urusan agama. Namun, ada tiga bentuk kepercayaan orang Jepang yang diterapkan dalam keseharian, apa saja?

GridKids.id - Halo, Kids, kembali lagi bertemu dengan GridKids untuk membahas tentang budaya Jepang.

Sebelumnya kamu sudah diajak mengenal kebudayaan tradisional Jepang yang masih ada dilestarikan sampai hari ini.

Nah, di kesempatan kali ini kamu akan diajak mengenal tentang kepercayaan orang Jepang, nih, Kids.

Jepang dikenal sebagai negara yang membebaskan warga negaranya untuk memeluk agama atau menjalankan keyakinan apa pun.

Meski begitu, umumnya orang-orang mengenal bahwa kepercayaan orang Jepang ada dua, yaitu agama Shinto dan Buddha.

Namun, kini ketika kehidupan semakin modern dan enggak terpaku dengan hal-hal yang bersifat religius, banyak orang yang makin mengesampingkan soal agama dalam kehidupan sehari-harinya.

Kehidupan agama jadi urusan personal yang enggak sebaiknya diurusi oleh satu sama lain.

Orang Jepang percaya bahwa yang paling penting dalam menjalani kehidupan sebagai manusia adalah menjaga perilaku dan sikap kita dengan baik dalam keseharian.

Orang Jepang melihat agama sebagai sebuah cara hidup dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Agama enggak dilihat sebagai doktrin dan jadi hal yang lazim dibicarakan dalam keseharian. Meski begitu, nilai agama dan kepercayaan masih dijunjung dan sakral.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai perayaan dan tradisi daur kehidupan hingga festival hari-hari tertentu atau matsuri.

Baca Juga: 7 Makhluk Mitologi dalam Kepercayaan Masyarakat Jepang, Salah Satunya Kappa