Find Us On Social Media :

Kata Konotasi: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimatnya

Kata konotasi sering dijumpai dalam karya fiksi Bahasa Indonesia

GridKids.id - Kids, tahukah kamu apa itu arti kata konotasi?

Kali ini, GridKids akan memberikan pengertian tentang kata konotasi, ciri-ciri, dan juga contohnya.

Hal ini merupakan materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VIII SMP.

Sebelumnya, kamu pasti pernah membaca karya fiksi, kan? Misalnya saja novel atau cerita pendek (cerpen).

Terkadang, kosakata dalam sebuah cerita tersebut enggak cuma punya satu makna, nih.

Beberapa kata bisa punya makna berlainan dengan makna sebenarnya atau bermakna kiasan.

Kata-kata seperti ini disebut bermakna konotasi. 

Konotasi sendiri merupakan istilah yang biasanya muncul dalam filsafat, linguistik, semiotika, dan gaya bahasa.

Seorang penulis biasanya menggunakan kata-kata dengan makna konotasi agar kalimat-kalimat dalam cerita yang ditulisnya menjadi lebih menarik.

Menurut KBBI, konotasi adalah kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata.

Yuk, sekarang kita cari tahu lebih jauh tentang kata konotasi, baik pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan juga contoh kalimatnya!

Baca Juga: Mengidentifikasi Kata Denotasi dan Konotasi, Materi Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP

Kata Konotasi

Pengertian

Konotasi adalah suatu gagasan atau perasaan yang menyertai suatu kata di samping makna sebenarnya.

Dengan demikian konotasi dikenal sebagai makna afektif, mengacu pada aspek emosi dan asosiasi dari suatu istilah.

Kesimpulannya, konotasi adalah gagasan atau perasaan yang menyertai suatu kata. Perasaan atau emosi ini bisa bersifat negatif atau positif.

Konotasi merupakan makna yang ditambahkan pada makna denotasi atau makna sebenarnya.

Bisa dianggap konotasi merupakan sebuah makna kiasan yang ditambahkan untuk memperkaya sebuah ungkapan.

Konotasi bisa digunakan ketika seseorang ingin menggambarkan atau menyampaikan sindiran dengan kata-kata yang lebih halus dan mudah diterima.

Fungsi

Ada beberapa fungsi dari kata konotasi dalam karya fiksi, antara lain:

1. Memperhalus kata

2. Memperindah kata

3. Membuat pembaca lebih tertarik

Baca Juga: Kata Konotasi dan Denotasi dalam Karya Fiksi: Pengertian dan Perbedaannya

Ciri-Ciri

Konotasi mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu:

1. Makna enggak sebenarnya

2. Makna tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual

3. Makna tambahan berupa nilai rasa

4. Makna konotasi sebuah kata bisa berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lain

5. Makna konotasi bisa berubah sewaktu-waktu.

Contoh

Contoh kalimat konotasi antara lain:

1. Orangtua sudah banyak makan asam garam kehidupan.

Kata makan dalam kalimat ini bukan berarti makan asam dan garam sebenarnya melainkan sudah mendapatkan pengalaman hidup yang baik maupun buruk. 

2. Aan tak disukai teman-temannya karena besar kepala.

Ungkapan besar kepala dalam kalimat tersebut bukan kepalanya berukuran besar melainkan ungkapan yang menunjukkan sifat sombong atau congkak.

Baca Juga: Apa Itu Denotasi dan Konotasi? Ini Perbedaan, Ciri-Ciri, dan Contohnya

3. Nadya mempunyai paras cantik sehingga menjadi bunga desa.

Ungkapan bunga desa dalam kalimat tersebut bukan berarti bunga yang ada di desa. Namun menunjukkan gadis cantik yang banyak dikagumi atau dipuja orang.

4. Anak kemarin sore memangnya tahu apa?

Konotasi 'anak kemarin sore' bukan berarti anak itu baru lahir kemarin sore, melainkan anak itu belum banyak pengalaman hidup, masih muda dan polos.

5. Asti dikenal sebagai anak yang besar mulut

Konotasi 'besar mulut' bukan berarti romi memiliki mulut yang besar, melainkan Asti terkenal suka banyak omong tapi jarang bisa membuktikannya.

Nah, itulah pengertian dari kata konotasi beserta fungsi, ciri-ciri, dan juga contoh kalimatnya.

-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.