Find Us On Social Media :

Dianggap Hilangkan Sedih, Benarkah Comfort Food Bisa Bahaya untuk Kesehatan?

Comfort food biasanya dikaitkan dengan memori atau kenangan indah yang bisa membuat seseorang merasa bahagia.

Comfort food enggak selalu dilihat sebagai junk food atau makanan tinggi lemak, tapi lebih ke pengalaman personal dari orang yang mengonsumsinya.

Jadi, bisa dikatakan pengaruh atau efek dari comfort food kembali pada pola pikir personal seseorang.

Jika dikaitkan dengan kondisi pandemi berkepanjangan seperti saat ini, ruang gerak yang terbatas seolah mengurung dan menimbulkan banyak emosi negatif dalam prosesnya.

Beberapa orang mencoba mencari cara merasa kembali baik, salah satunya dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan yang bisa membuat mereka merasa nyaman dan terhibur, salah satunya dengan mengonsumsi comfort food.

Jika comfort food yang digemari dan dikonsumsi mengandung berbagai kandungan lemak, sodium, gula, dan kolesterol, bisa dipastikan akan ada efek samping jika terlalu sering dikonsumsi jika kita juga sedang melalui masa-masa sulit atau bersedih.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh dan gula dan rendah kandungan serat bisa merusak keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan seseorang.

Jika sudah begitu, maka tubuh bisa terancam risiko mengalami peradangan yang mengganggu fungsi atau kinerja organ tubuh.

Kebiasaan bergantung pada comfort food setiap kali sedih, perlu diperhatikan supaya enggak menyebabkan gangguan kesehatan, ya, Kids.

Baca Juga: Tinggi Natrium, Ketahui 6 Dampak Sering Mengonsumsi Makanan Beku untuk Tubuh

 

 ----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.