Find Us On Social Media :

Mendorong Kemampuan Berekspresi, Inilah 5 Manfaat Bermain Peran bagi Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi pementasan drama anak.

GridKids.id - Kids, pernahkah kamu bermain peran dalam sebuah pementasan drama?

Atau ketika kamu berusia lebih kecil bahkan kamu sering berpura-pura berperan sebagai ibu guru, polisi, atau dokter bersama teman-teman atau saudaramu di rumah.

Bermain peran ternyata bisa membawa dampak positif untuk tumbuh kembangmu, lo, Kids!

Ternyata bermain peran bisa dijadikan salah satu terapi yang bisa membantu anak-anak melewati masa-masa sulit atau bagi teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Kesehatan Tubuh, Ini Manfaat Yoga untuk Anak-Anak

Berikut ini akan diuraikan manfaat bermain peran untuk tumbuh kembang anak, antara lain:

1. Mendorong kreativitas dan Imajinasi Anak

Bermain peran bisa melatih imajinasi anak menjadi berkembang sejak dini, hal ini juga mendorong anak untuk mengembangkan kreativitas dari peran yang mereka mainkan.

Imajinasi dan kreativitas yang terlatih bisa membuat anak lebih menikmati alur cerita dari buku-buku yang mereka baca dan bisa mendorong mereka untuk membuat perencanaan tentang hal-hal menyenangkan dalam hidup.

2. Menumbuhkan Rasa Empati

Bermain peran bisa menumbuhkan rasa empati dan membuat anak-anak bisa belajar untuk memahami situasi emosional tertentu.

Ketika memerankan jadi orang lain,anak bisa turut merasakan situasi dan emosi yang berbeda.

Mereka secara otomatis menempatkan diri di posisi orang lain, dengan begitu mereka menjadi lebih menghargai dan menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan mereka.

Baca Juga: Hal yang Dilakukan untuk Menghargai Perbedaan di Sekitar, Tema 1 Kelas 4 SD

3. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan bahasa

Ketika bermain peran anak-anak akan meniru dialog yang dimainkan oleh peran-peran yang dimainkan, semisal mereka berperan sebagai pahlawan.

Dengan memerankan peran tertentu, anak bisa memperluas jangkauan kosa kata dari dialog-dialog yang dipelajari dan dihapalkannya.

Kegiatan ini juga mendorong mereka supaya bisa belajar lebih ekspresif dalam bersuara dan menyampaikan sesuatu.

4. Mendorong kemampuan berpikir dan pemecahan masalah

Ketika bermain peran, anak-anak akan mencoba membangun imajinasinya semaksimal mungkin.

Hal ini bisa dilihat misalnya ketika menjalankan peran sebagai pahlawan, maka anak-anak akan berusaha untuk terlihat berani dan siap melawan kejahatan atau musuh yang jahat.

Dari situlah, anak-anak juga belajar untuk memecahkan masalah, dan lebih spontan dalam proses belajarnya ke depan.

Baca Juga: Bisa Dikonsumsi Setiap Hari, Inilah 4 Minuman yang Baik untuk Otak dan Tingkatkan Kemampuan Berpikir

5. Mendukung perkembangan fisik

Enggak hanya bisa berdampak pada mental dan kecerdasan anak, bermain peran secara total bisa mendorong anak untuk bergerak dan bergaya semirip mungkin dengan peran yang dimainkannya.

Misal, si anak berperan sebagai pahlawan, maka anak akan berusaha aktif berlarian, pura-pura bertarung, melompat kesana kemari, yang semuanya itu membutuhkan kinerja fisik dan melatih kemampuan motoriknya.

Baca Juga: Manfaat Gerak Lokomotor dan Non Lokomotor Bagi Tubuh, Belajar dari Rumah 9 September 2020

Bahkan kegiatan berpura-pura sederhana seperti tokoh yang sedang menjalani keseharian seperti makan, mengobrol, atau membersihkan set yang ditata seperti rumah, bisa melatih kemampuan motorik halus anak.

Itulah beberapa manfaat bermain peran bagi tumbuh kembang mental, fisik, dan kecerdasan anak.

Selama proses bermain peran berlangsung, orang tua bisa memantau dan membantu untuk mengarahkan agar anak-anak tahu batasan yang baik dan buruk supaya nilainya juga bisa ditanamkan dengan baik dalam benak mereka.

----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.