Find Us On Social Media :

Penjelasan tentang Teori Kontraksi: Teori Pembentukan Permukaan Bumi

Penjelasan Teori Kontraksi: Teori Pembentukan Permukaan Bumi

GridKids.id - Kids, kali ini kita akan membahas tentang teori kontraksi yaitu teori yang menjelaskan tentang pembentukan permukaan bumi. Permukaan bumi seperti yang kita ketahui sekarang enggak sama dengan permukaan bumi pada jutaan tahun lalu. Para ilmuwan terus menerus meneliti dan menyelidiki bagaimana permukaan bumi terbentuk. Teori kontraksi inilah yang dipakai oleh para ilmuwan untuk meneliti permukaan bumi. Ide teori kontraksi ditemukan pertama kali oleh seorang filsuf Prancis sekaligus ilmuwan matematikawan yaitu Rene Descartes. Menurut David Roger Oldroyd dalam buku berjudul Thinking about the Earth: A History of Ideas in Geology (2002), Descartes menganggap bahwa bumi mendingin dan berkontraksi. Pendinginan inilah yang membuat permukaan bumi jadi lebih mengerut. Lapisan permukaan bumi akan mengecil dan memberi tekanan pada bagian bawahnya sehingga akan terbentuk gunung dan permukaan lainnya. Ide ini juga didukung oleh seorang naturalis dan ahli geologi asal Amerika bernama James Dwight Dana.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis dan Teori Nilai Uang, Materi Ekonomi Kelas 10 SMA

Pada abad ke-19, James Dwight Dana menjelaskan bahwa gunung dan benua terbentuk karena pendinginan dan penyusutan permukaan bumi.

Ia juga beranggapan bahwa bumi berkontraksi atau mendingin dari bentuk yang lebih cair. Permukaan bumi diumpamakan sebagai sebutir apel yang mengering dan akan menyusut membentuk celah dan kerutan. Seperti apel, permukaan bumi yang menyusut akan membentuk celah berupa cekungan. Cekungan ini akan memisahkan benua dan kerutannya yang kita kenal sebagai pegunungan. Dana juga beranggapan bahwa pendinginan bumi pertama terjadi di daerah yang sekarang menjadi benua. Setelah benua mendingin, barulah permukaan bumi membentuk samudra yang mendingin dan berkontraksi. Tekanan daerah samudra yang mendingin terhadap benua menyebabkan pergolakan besar dan membentuk kerutan. Kerutan ini kemudian akan membentuk rantai gunung besar seperti Appalacians Rockies dan Andes.

Baca Juga: 4 Teori Perubahan Sosial dan Contohnya dalam Kehidupan Masyarakat

Meski begitu, teori kontraksi masih memiliki banyak kelemahan. Teori kontraksi ini telah dikemukakan sebelum ditemukannya teori lempeng tektonik oleh para ilmuwan. Kelemahan Teori Kontraksi Meski dapat menjelaskan terbentuknya benua dan pegunungan, teori kontraksi enggak bisa menjelaskan pola persebaran pegunungan. Teori kontraksi enggak dapat menjelaskan mengapa pegunungan dan gunung berali tersebar secara acak dan enggak merata di bumi. Teori kontraksi juga enggak dapat menjelaskan keberadaan daerah bumi yang rawan gempa dan daerah yang lebih tenang dari gempa. Teori ini juga enggak bisa menjelaskan fitur permukaan bumi yang lebih mirip seperti tegangan dibanding tekanan. Teori kontraksi juga memiliki konsekuensi berupa peningkatan kecepatan rotasi bumi karena pengusutan bumi tetapi hal ini enggak bisa dibuktikan secara ilmiah. Itulah pembahasan tentang teori kontaksi yaitu teori yang menjelaskan tentang pembentukan permukaan bumi.

Baca Juga: Mengenal 4 Teori Terbentuknya Negara Menurut Para Ahli , Apa Saja?

-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.