Find Us On Social Media :

Fenomena Light Sleep, Penyebab Mudah Terbangun saat Tidur di Malam Hari

Seorang light sleeper biasanya akan mudah terbangun jika mendengar suara atau merasakan pergerakan kecil di dekatnya.

GridKids.id - Kids, sebelumnya kamu sudah mengetahui tentang pengertian deep sleep atau tidur nyenyak di malam hari.

Beberapa orang bisa tertidur nyenyak jika sudah berada di fase Rapid Eyed Movement (REM), namun ada juga orang-orang yang enggak pernah bisa tidur dengan nyenyak karena sangat sensitif terhadap kondisi ketika dia sedang tidur.

Seseorang yang mengalami light sleep biasanya mudah terbangun dari tidurnya karena perubahan kecil yang terjadi di sekitarnya, seperti bau atau aroma tertentu, suara yang terdengar, atau cahaya yang menyinari ruangan tempat seseorang sedang tidur.

Berbeda dengan orang yang bisa tidur nyenyak, orang yang mengalami light sleep biasanya jarang mengalami siklus tidur yang lebih dalam.

Tahap pertama atau fase terjaga dan tertidur, pada fase ini seseorang dianggap tidur sebentar dan mudah terjaga lagi.

Tidur lebih dalam dialami seseorang pada fase kedua, ketika pernapasan dan detak jantung yang lebih teratur dan penurunan suhu tubuh.

Tahapan ketiga dan keempat adalah tahapan tidur yang paling dalam ketika pernapasan mulai melambat, otot tubuh mulai berubah jadi rileks, dan pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh terjadi.

Setelah melewati fase Non-Rapid Eyed Movement (NREM), maka seseorang akan masuk ke siklus REM.

Pada tahapan inilah seseorang akan mengalami mimpi, ketika aktivitas gelombang di otak yang meningkat, denyut jantung, dan tekanan darah akan bertambah mendekati keadaan mereka akan terjaga.

Baca Juga: Seberapa Penting Mencapai Tahapan Deep Sleep saat Tidur di Malam Hari? Ini Penjelasannya

Kenapa ada orang yang mudah terbangun ketika tidur?