Find Us On Social Media :

Fungsi dan Macam-Macam Jenis Demokrasi di Indonesia, Pkn Kelas 10

Ilustrasi demonstrasi masyarakat turun ke jalanan untuk menyuarakan aspirasinya.

GridKids.id - Indonesia dikenal sebagai negara demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Penerapan nilai-nilai Pancasila perlu dipelihara dan dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Secara umum, demokrasi bertujuan untuk membangun kehidupan masyarakat yang adil, sejahtera, dan makmur yang mengutamakan kejujuran, keadilan, dan keterbukaan.

Pada dasarnya demokrasi bertujuan untuk menciptakan kebebasan berpendapat dan kedaulatan rakyat.

Selanjutnya akan dijelaskan tentang fungsi dan macam-macam jenis demokrasi. Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Fungsi Demokrasi

1. Memberikan perlindungan hak asasi tiap warga negara

2. Memberikan kebebasan untuk individu supaya bisa turut aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik suatu negara.

3. Memberikan kapasitas untuk memilih pemimpin sesuai harapan rakyat, melalui cara yang bebas dan adil lewat Pemilihan Umum (Pemilu).

Baca Juga: Demokrasi: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Cirinya, Materi Pkn Kelas 10

4. Menciptakan aturan berlaku bagi tiap warga negara tanpa memandang kelas sosial.

Macam-Macam Demokrasi

1. Demokrasi Parlementer (1945-1959)

Demokrasi parlementer yang pertama adalah demokrasi yang menonjolkan peranan parlementer dan partai-partai.

Sistem ini berlaku sebulan pasca proklamasi kemerdekaan dan diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950. Banyak ahli yang menilai bahwa demokrasi parlementer kurang cocok untuk Indonesia.

Karena lemahnya benih-benih demokrasi sistem parlementer memberi peluang untuk dominasi partai-partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berlakunya sistem parlemen ketika badan eksekutif yang terdiri dari presiden sebagai kepala negara konstitusional beserta menteri-menterinya yang punya tanggung jawab politik.

Fragmentasi partai-partai politik usai kabinet pada masa ini jarang bertahan lama.

Sehingga, koalisinya gampang pecah yang mengakibatkan kondisi politik nasional jadi enggak stabil.

Baca Juga: Mengenal Demokrasi dan Manfaatnya bagi Rakyat serta Penjelasannya

2. Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Demokrasi terpimpin merupakan jenis demokrasi yang menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih banyak menampilkan aspek demokrasi rakyat.

Dominasi presiden begitu kuat dan terbatasnya peran partai politik, dan pengaruh komunis dan ABRI sebagai unsur sosial politik makin meluas.

Masa jabatan presiden yang seharusnya bertahan kurang lebih selama lima tahun dirubah menjadi seumur hidup.

Selain itu, pada 1960, presiden Soekarno juga membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil dari pemilihan umum.

Padahal menurut UUD 1945 disebutkan bahwa presiden enggak memiliki wewenang untuk melakukannya.

3. Demokrasi Pancasila

- Masa Orde Baru (1966-1998)

Demokrasi pancasila adalah demokrasi konstitusional yang menonjolkan sistem presidensial.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Demokrasi Menurut Ahli yang Melibatkan Masyarakat

Landasan formal periode ini adalah Pancasila, UUD 1945, dan Tap MPRS/MPR yang meluruskan penyelewengan terhadap UUD 1945 pada masa demokrasi terpimpin.

Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru ditandai dengan dominasi peran ABRI, pemerintah terpusat dalam pengambilan keputusan politik.

Selain itu, fungsi dan peran partai politik yang semakin dipangkas perannya, campur tangan pemerintah dalam beragam urusan publik dan politik.

Pemerintahan Orde Baru resmi berakhir ketika presiden Soeharto lengser pada 1998.

- Pancasila Era Reformasi (1999- saat ini)

Pasca Order Baru berakhir, Indonesia masuk ke era Reformasi yang pada awalnya dipimpin oleh presiden Habibie yang memulai proses demokrasi dan kebebasan berpendapat dan berbicara bagi pers maupun masyarakat.

Adanya check and balances juga kebebasan memberikan kritik agar kekuasaan yang berjalan enggak menyeleweng atau dimanfaatkan untuk kepentingan individu atau kelompok.

Itulah uraian tentang fungsi dan macam-macam demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

Proses demokrasi yang memungkinkan masyarakat untuk bersuara dan mewujudkan pemerintahan yang diharapkan untuk kebaikan bersama menandakan bahwa demokrasi dalam suatu negara adalah bentuk demokrasi yang sehat.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Demokrasi dan Prinsip Demokrasi Pancasila di Indonesia

 

 ----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.