Find Us On Social Media :

Sejarah Hymne Guru: Bentuk Apresiasi yang Dibuat Dalam Keterbatasan

Peringatan Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya.

GridKids.id - Hari Guru Nasional (HGN) diperingati tiap tanggal 25 November setiap tahunnya.

Seperti hari ini peringatan Hari Guru Nasional 2021 yang diperingati dengan penyelenggaraan Upacara bendera di lokasi Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi pusat, Kantor Kementerian Agama Pusat, kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, dan instansi maupun satuan pendidikan dalam dan luar negeri yang daerahnya dinyatakan dalam zona aman.

Dalam upacara peringatan hari guru, enggak bisa dilepaskan dari sesi menyanyikan lagu hymne guru.

Lagu ini merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap jasa guru-guru di seluruh Indonesia yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.

Baca Juga: Meriahkan Peringatan Hari Guru Nasional 2021: Makna Logo dan Link Twibbon

Tentulah kamu enggak akan bisa membaca,menulis, dan mengetahui banyak hal tanpa bantuan dan tangan dingin dari para bapak dan ibu guru.

Segala macam pengetahuan yang berguna untukmu bisa menghadapi dunia di masa depan diberikan tanpa terkecuali.

Yuk, Kids, kita lihat seperti apa sejarah dari hymne guru yang selalu dinyanyikan pada peringatan Hari Guru Nasional.

Sejarah Hymne Guru

Pencipta lagu Hymne Guru adalah Bapak Sartono, seorang guru seni musik di sebuah sekolah yayasan swasta di Madiun Jawa Timur.

Hymne ini dibuat untuk mengenang dan mengapresiasi perjuangan dan pengabdian dari guru-guru di Indonesia.

Mengingat perjuangan yang penuh rintangan sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, keberadaan lagu ini seolah ingin mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh guru-guru yang ketika itu harus menghadapi kekuatan penjajah yang membatasi kebebasan dan ruang berekspresi mereka.

Bapak Sartono, sang pencipta hymne bukanlah orang yang datang dari latar belakang pendidikan musik formal.

Baca Juga: Siapa Pencipta Lagu Hymne Guru? Berkaitan dengan Hari Guru Nasional

Beliau belajar musik secara otodidak namun pada 1978, beliau menjadi satu-satunya guru seni musik di wilayah Madiun yang bisa membaca not balok.

Keterbatasan alat musik pada masa itu, membuat hymne ini diciptakan dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan siulan lalu dituliskan liriknya dalam kertas.

Mengingat hymne ini diciptakan dengan penuh keterbatasan, mengajarkan pada kita bahwa untuk mengapresiasi sesuatu mungkin yang diperlukan adalah kejujuran dan hati yang tulus.

Meski kini Bapak Sartono sudah berpulang, lagu ciptaannya akan selalu dinyanyikan setiap tahun dan semangat beliau akan tetap hidup bersama lantunan hymne yang khidmat ini.

Baca Juga: Sejarah Hari Guru Nasional (HGN), Berkaitan dengan Riwayat PGRI

Lirik Hymne Guru

 

Terpujilah Wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup

Dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir

Didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku

Tuk pengabdianmu

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau bagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

: Sejak 2006, lirik terakhir "engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa" sudah diubah menjadi "engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia". Hal tersebut bermaksud untuk semakin mengangkat profesi dan jasa mulia seorang guru.

----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.