Find Us On Social Media :

Dampak Pembelajaran dari Rumah dan Hal-Hal yang Berubah, Apa Saja?

Apa saja dampak dari pembelajaran tatap muka?

GridKids.id - Setelah melewati lebih dari satu tahun, akhirnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kini sudah dilakukan kembali sesuai dengan aturan pemerintah.

Pada kesempatan kali ini, GridKids akan membahas tentang apa dampak pembelajaran dari rumah serta apa saja hal-hal yang berubah.

Menurut Ibu Shinta Ayuhaningtyas, S.Kom selaku Kepala Sekolah SD Islam Azzuhra mengatakan ada dua dampak yang terjadi pada siswa maupun akademik.

Baca Juga: Mudah Dilakukan, Ini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pembelajaran Tatap Muka "Ada dua dampak di akademik dan perilaku. Kalau di akademik sudah jelas hampir setahun setengah anak-anak belajar dari rumah meskipun dibantu sama oran tua tapi tetap saja akademiknya kurang maksimal," ungkap Ibu Shinta Ayuhaningtyas. Selain itu, perubahan perilaku juga terlihat jelas saat di minggu awal PTM. "Perubahan perilaku yang paling kelihatan. Jadi, di awal PTM itu masih ada yang telat. Misalnya kalau dari rumah waktunya lebih fleksibel mulai dari jam 8 atau 9," sambung Ibu Shinta Ayuhaningtyas."Namun ketika PTM dibagi 2 sesi, itu komitmen disiplin harus tinggi karena masuknya jam 7 dan pulangnya jam setengah 10," lanjutnya.

Menurutnya, sebelum pandemi para siswa sangat disiplin. Namun setelah pandemi, waktu siswa jadi lebih longgar karena terlalu lama berada di dalam rumah. Apakah ada hal yang berubah setelah kembali pembelajaran tatap muka?

Ibu Shinta mengaku ada beberapa hal yang berubah seperti materi pembelajaran. Maka dari itu, diberi tiga skenario dalam hal pengajaran. "Dari jam belajarnya sudah pasti berubah, materi pembelajarannya dan perubahan itu kurang lebih banyak dari yang daring ke yang tatap muka," kata Ibu Shinta Ayuhaningtyas. "Jadi di Azzuhra kita bikin tiga skenario pengajaran. Di kondisi yang enggak stabil ini kita membuat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Yang pertama full daring, kedua semi daring seperti 2 hari masuk sekolah dan 2 harinya di rumah lalu yang ketiga masuk sekolah setiap hari," timpalnya.

Baca Juga: Wajib Diwaspadai, 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan Ketika Pembelajaran Tatap Muka Dalam setiap skenario tersebut ada perubahan secara teknis. Sedangkan dalam pelajaran enggak ada yang berubah, namun materinya jadi kurang mendalam.Dan yang terpenting adalah pihak sekolah harus selalu bekerja sama dengan orang tua siswa dengan adanya pembelajaran tatap muka tersebut.

Lalu, bagaimana dengan respons orang tua siswa dengan adanya pembelajaran tatap muka? Ibu Shinta mengaku bahwa para orang tua siswa mayoritas sangat mendukung dengan adanya pembelajaran tatap muka ini. Namun, enggak menutup kemungkinan juga bahwa ada beberapa orang tua yang justru merasa khawatir. "Mayoritas orang tua mendukung namun ada juga beberapa yang khawatir. Tapi sekolah itu enggak memksakan jika kita memutuskan untuk tatap muka, kita harus konsultasi dulu dengan orang tua," ungkap Ibu Shinta Ayuhaningtyas.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Sudah Dimulai, Ini Syarat Naik KRL untuk Pelajar Apa pesan dari guru untuk para siswa dan orang tua mengenai pembelajaran tatap muka?Ibu Shinta berpesan bahwa seluruh siswa dan orang tua maupun pihak sekolah harus tetap menjaga protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. "Pesannya, karena kita telah mulai lagi kembali ke sekolah dari awal, kita balik lagi belajar dari kelas lagi dan yang terpenting adalah prokes," pesan Ibu Shinta Ayuhaningtyas. "Jika ingin kembali ke kondisi normal, kita harus taat prokes. Jika kita masih abai dengan prokes, makin lama COVID ini pergi dan makin lama juga akan bisa kembali normal dan akan terus melakukan PTM yang dibatasi," tutupnya. 

----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.