Find Us On Social Media :

Apa Itu Pandemic Fatigue? Bisa Menimpa Siapa Saja di Masa Pandemi COVID-19 yang Tak Kunjung Usai Ini

Pandemic fatigue bisa dialami oleh siapa saja di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

GridKids.id - Pandemi COVID-19 masih melanda dunia, enggak terkecuali Indonesia.

Infeksi virus corona penyebab COVID-19 masih terus terjadi dan menambah daftar panjang jumlah kasus baru.

Di Indonesia sendiri, peningkatan kasus positif ini masih terus terjadi meski berbagai upaya pencegahan penularan terus digalakkan.

Baca Juga: Apa Itu Long COVID? Ternyata Fenomena Ini Sudah Ada Sejak Awal Pandemi

Bahkan, beberapa fenomena baru muncul selama pandemi COVID-19 yang enggak kunjung berakhir ini, Kids.

Salah satu fenomena baru yang muncul adalah pandemic fatigue. Nah, sebenarnya apa itu pandemic fatigue? 

Kita cari tahu selengkapnya tentang apa itu pandemic fatigue, yuk!

Apa Itu Pandemic Fatigue?

Dalam situasi seperti sekarang ini, seolah enggak ada kepastian tentang kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

Ketidakpastian tersebut memicu kondisi yang disebut sebagai pandemic fatigue, Kids.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemic fatigue adalah munculnya demotivasi untuk mengikuti berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan.

Hal tersebut muncul secara bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti emosi, pengalaman, dan persepsi.

Berbagai negara telah melaporkan fenomena kelelahan akibat pandemi ini, Kids.

Baca Juga: Kapan Pandemi COVID-19 Usai dan Aktivitas Kembali Pulih Seperti Sedia Kala? Ini Jawaban dari Pakar

Fenomena tersebut diekspresikan melalui peningkatan jumlah orang yang mulai enggak mengikuti rekomendasi kesehatan dan berbagai pembatasan.

Selain itu, tingkat kekhawatiran terhadap virus mulai berkurang dan orang-orang mulai mengurangi upaya dalam melidungi diri.

Misalnya mulai mengabaikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan maskaer, dan menjaga jarak yang sebelumnya selalu dipatuhi.

Penyebab Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, kondisi tersebut biasanya lebih banyak dialami oleh para remaja dan orang dewasa muda yang perlu bersosialisasi untuk membangun jaringan pertemanan.

O iya, meski bisa menimpa siapa saja, ciri pada masing-masing orang bisa jadi berbeda. 

Beberapa orang mengalami perasaan gelisah, mudah tersinggung, kurang motivasi. dan susah untuk berkonsentrasi.

Menurut Elissa Epel, Profesor Departemen Ilmu Psikiatri dan Perilaku Universitas California, pandemic fatigue merupakan respons yang normal, Kids.

Kondisi kelelahan pandemi tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya karena dampak pandemi seperti kehilangan pekerjaan atau tekanan keuangan.

Baca Juga: Melanda Filipina Akibat Pandemi COVID-19, Apa Itu Plantdemic?

Berdasarkan WDG Public Health, kelelahan pandemi juga bisa terjadi saat orang bosan mengikuti langkah-langkah pandemi dan cenderung enggak mengikuti praktik kesehatan.

“Bekerja dari rumah, anak-anak disekolahkan dari jarak jauh, tidak dapat merayakan pencapaian bersama teman dan keluarga. Atau tidak berada di sana untuk bersama orang yang dicintai, itu sulit. Dan, kelelahan akibat Covid-19, itu nyata,” ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berdasarkan Global News sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Kelelahan karena pandemi ini pada dasarnya merupakan perasaan yang dirasakan oleh banyak orang, Kids. WHO sendiri meminta orang-orang enggak menyerah.

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dan pengetahuan seru, langsung saja berlangganan majalah Bobo dan Mombi SD. Tinggal klik di https://www.gridstore.id