Find Us On Social Media :

Melakukan Teknik Pengumpulan Data dalam Etnografi, Antropologi Kelas XI SMA

Ada beberapa teknik pengambilan data dalam studi etnografi, yaitu observasi dan wawancara.

GridKids.id - Hai, Kids, kali ini kamu akan belajar bersama materi Belajar dari Rumah (BDR) Antropologi Kelas XI SMA.

Kali ini kamu akan melanjutkan pembahasan tentang teknik pengumpulan data dalam Etnografi.

Di artikel BDR sebelumnya kamu sudah belajar bersama tentang kriteria menentukan masalah Penelitian dan Informan dalam etnografi.

Kamu juga sudah belajar tentang penentuan desain dan lokasi sampai koordinasi hingga proses pembuatan ijin penelitian Etnografi, Kids.

Kali ini kamu akan belajar bersama melakukan teknik pengumpulan data, Kids.

Ada dua cara melakukan teknik pengumpulan data dalam penelitian etnografi, di antaranya:

1. Observasi

Salah satu elemen penting etnografi adalah observasi partisipan atau peneliti ikut secara langsung dalam kegiatan penelitian untuk pengumpulan data.

Pengumpulan data ini sampai menemukan pola yang berulang terjadi di dalamnya tingkatan data sudah jenuh.

Peneliti akan berusaha merasakan atau menempatkan diri ke pengalaman informan tersebut dalam kegiatan sehari-harinya yang disebut dengan enkulturasi.

Tapi, ada batasan di mana peneliti terkadang bisa jadi pengamat penuh seperti terkait dengan kesediaan etnografer atau informannya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membaca Etnografi?, Materi Antropologi Kelas XI SMA

Keterbatasan itu terkait dengan etika bukan sebagai anggota komunitas dan melihat situasi dan kondisi lapangannya.

Etnografer harus cermat ketika melihat apa yang dilakukan oleh calon informan dan melakukan pencatatan yang bisa bersumber dari catatan lisan atau video untuk menjaga risiko hilangnya data.

Pengamatan partisipan adalah ciri dari sebagian besar penelitian etnografi yang sangat penting untuk kerja lapangan yang efektif.

Pengamatan partisipan dilakukan dengan partisipasi atau terlibat langsung dengan masyarakat yang dikaji atau diteliti.

Ada aktivitas pencatatan lapangan tentang bagaimana mencatat kegiatan penelitian dari sejak awal penelitian hingga masa akhir penelitian tercatat atau terekam dengan kronologis, Kids.

Peneliti bisa menggunakan dokumen-dokumen tertulis dari penelitian untuk melengkapi atau menguatkan hasil penelitian.

Dokumen yang digunakan dibedakan jadi dua jenis, yaitu pribadi dan resmi.

Dokumen pribadi berupa buku harian, surat pribadi, atau otobiografi.

Sedangkan dokumen resmi terdiri dari dokumen yang diterbitkan institusi resmi, seperti memo, risalah rapat, berita, buletin, hingga majalah.

2. Wawancara

Pengumpulan data penelitian etnografi berdasarkan oleh wawancara disebut dengan wawancara etnografis.

Baca Juga: Jenis-Jenis Etnografi: Awam dan Akademik, Antropologi Kelas XI SMA

Wawancara etnografis ada kaitannya dengan penguasaan bahasa setempat yang jadi salah satu faktor penting dalam pengumpulan data.

Mengenali bahasa informan dan masyarakat yang dikaji sama dengan memahami sudut pandang mereka.

Nah, rekaman wawancara yang direkam adalah hal yang umum dilakukan seorang etnografer.

Wawancara dilakukan untuk menggali data penelitian dan biasanya jadi pengumpul atau sumber data utama.

Wawancara dilakukan bukan seperti interogasi yang searah tapi harus jadi pertukaran informasi satu sama lain, Kids.

Obrolan atau percakapan yang dilakukan oleh informan yang berlaku dengan santai menggambarkan wawancara etnografis untuk membuat suasana dengan informan tanpa adanya pressure atau tekanan.

Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan pengamatan partisipatif itu?
Petunjuk, cek lagi halaman 2.

 ----

Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.