Saat kita berjalan di atas es, molekul ini juga "menggelinding" di permukaan es.
Peneliti mengatakan molekul ini bentuknya mirip seperti gas, jika dibandingkan dengan cairan.
Namun tingkat kelicinan es ini juga tergantung pada suhu di sekitarnya.
Pada suhu yang sangat rendah, molekul di atas permukaan ini tak bisa terpecah dan menciptakan ikatan saat berguling, sehingga es jadi tak licin.
Nah, pengaturan suhu agar es tak terlalu licin ini juga digunakan pada tempat ice skating dalam ruangan, ya.
Para peneliti di sebuah laboratorium di Universitas Sorbonne di Prancis dapat secara meyakinkan menunjukkan bahwa gesekan pada es menghasilkan lapisan tipis air, dan air ini sama kentalnya dengan minyak, yang memungkinkan es menjadi licin.
Pada suhu di bawah titik beku, lapisan berair hampir tak terlihat karena sangat tipis.
Dalam tes laboratorium di Sorbonne, para peneliti menentukan bahwa lapisan air yang dihasilkan bahkan lebih tipis dari yang diperkirakan, sekitar 1/100 setebal sehelai rambut.
Selain itu, perlu diketahu bahwa terpeleset di atas es sangat berbahaya.
Banyak perjalanan ke ruang gawat darurat dimulai dengan terpeleset di atas sepetak es.
Baca Juga: Jangan Dibiasakan, Ini Sederet Dampak Buruk Sering Mengunyah Es Batu
Namun sejauh ini, para ilmuwan belum bisa menemukan penjelasan yang memuaskan.
Menurut mereka, kasus tersebut berkaitan dengan bagaimana energi disimpan dalam ikatan hidrogen antar molekul air.
-----
Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.