Fenomena Langit Februari 2023
1. Komet C/2022 E3 (ZTF) di perigee: 1 Februari
Komet C/2022 E3 (ZTF) akan melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi pada 1 Februari 2023.
C/2022 E3 (ZTF) pertama kali ditemukan oleh Bryce Bolin dan Frank Masci dalam pengamatan menggunakan Zwicky Transient Facility pada tahun 2022.
Komet ini mencapai perihelion atau jarak terdekat dengan Matahari pada tanggal 12 Januari 2023 dan jarak terdekat dengan Bumi pada tanggal 1 Februari 2023.
Komet ini bisa ditemukan di rasi Camelopardalis pada tanggal 1 Februari 2023, terbit pukul 17:52 WIB dan terbenam pukul 02:31 WIB.
Sampai akhir Februari, komet C/2022 E3 (ZTF) bisa diamati. Hanya saja, kecerlangannya semakin redup.
2. Bulan purnama: 5 Februari
Pada tanggal 5 Februari 2023, akan ada bukan purnama, Kids.
Fenomena langit ini akan terjadi pada pukul 18.30 UTC, saat posisi Bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi karena Matahari dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi.
Fenomena ini dikenal sebagai Bulan Salju oleh suku-suku asli Amerika awal karena salju terberat biasanya turun selama bulan ini.
3. Puncak hujan meteor α-Centaurid: 7-8 Februari
Hujan meteor α-Centaurid sudah berlangsung sejak 30 Januari 2023 dan berakhir pada 20 Februari 2023.
Namun, hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada 7-8 Febuari 2023.
Hujan meteor minor ini bisa disaksikan mulai 7 Februari pada pukul 22.00 waktu setempat dari arah barat daya.
Baca Juga: Ramai di TikTok, Apa Itu Fenomena Solstis 22 Desember 2022?