Find Us On Social Media :

Gagasan Utama dan Rangkuman Teks Bacaan "Tari Pakarena", Kelas 6 SD

Gagasan Utama dan Rangkuman Teks Bacaan

GridKids.id - Pada pembahasan materi tematik kelas 6 SD, kali ini kita akan membahas tentang gagasan utama dan rangkuman.

Apakah kamu masih ingat, apa itu gagasan utama, Kids?

Gagasan utama merupakan sebuah topik yang digunakan untuk memgembangkan paragraf dalam suatu bacaan.

Ciri-cirinya, yaitu bisa berdiri sendiri, dapat dikembangkan lagi dengan gagasan penjelas, dan enggak ada kata sambung.

Letaknya bisa berada di awal, akhir, atau keduanya dan kita harus membaca teksnya secara saksama untuk menemukan gagasan utama.

Sedangkan rangkuman merupakan kegiatan yang meringkas sebuah tulisan agar mudah dipahami.

Agar kamu dapat memahaminya secara langsung, yuk, baca isi teksnya dan kerjakan soal berikut ini!

Tari Pakarena 

Tari Pakarena merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Pakarena berasal dari bahasa Makassar, yaitu karena yang berarti main. Dengan mendapatkan awalan ‘pa’ yang berarti pelaku, maka pakarena dapat diartikan sebagai si pemain atau penari. Dalam pementasannya, Tari Pakarena dimainkan oleh empat orang penari yang diiringi alat musik berupa gandrang dan puik-puik. Gandrang merupakan alat musik yang terbuat dari kepala drum, sedangkan puik-puik merupakan alat musik tiup mirip seruling. 

Baca Juga: Materi Kelas 6 SD: Apa Saja Keunggulan dan Kelemahan Brosur?

Pada zaman dahulu, Tari Pakarena dipertunjukkan sebagai salah satu media pemujaan kepada para dewa. Kisah yang disampaikan melalui tarian tersebut merupakan kisah seorang manusia dengan penghuni langit. Penghuni langit tersebut digambarkan sebagai dewa ataupun bidadari yang memberikan pelajaran kepada manusia tentang cara-cara bertahan hidup di Bumi, mulai dari mencari makan di hutan sampai dengan bercocok tanam. Berdasarkan kisah tersebut, masyarakat setempat percaya bahwa gerakan yang ditampilkan oleh penari bermakna sebagai ucapan syukur dan terima kasih kepada penghuni langit. Seiring dengan perkembangan zaman, Tari Pakarena kini berfungsi kini berfungsi sebagai media hiburan yang menarik bagi penonton. 

Pada saat mementaskan Tari Pakarena, para penari menggunakan berbagai properti. Properti yang digunakan, antara lain baju bodo, sarung, selendang, dan kipas. Baju bodo merupakan pakaian tradisional masyarakat Bugis Makassar. Sarung yang digunakan pada zaman dahulu tidak memiliki corak dan hanya memiliki warna putih dan kuning. Saat ini, sarung yang digunakan sudah memiliki corak yang beragam. Pada pementasan Tari Pakarena juga digunakan selendang yang memiliki warna senada dengan baju bodo. Selendang ini akan diselempangkan di pundak sebelah kiri penari. Selain itu, properti yang tidak kalah penting adalah kipas. Kipas yang digunakan tidak memiliki model khusus dan kipas ini dimainkan di tangan kanan penari. Selain properti tersebut, saat pementasan Tari Pakarena juga digunakan properti lain berupa gelang, bando (kutu-kutu), kalung, sepasang azimat, tusuk konde, dan bunga sanggul.