Find Us On Social Media :

Alami Peningkatan, Kemenkes Perkirakan Puncak Varian Omicron Februari 2022

(Ilustrasi) Ini puncak varian Omicron diperkirakan Februari 2022, Ini penjelasannya.

GridKids.id - COVID-19 varian Omicron di Indonesia mengalami peningkatan, Kids.

Menurut Kementerian Kesehatan dan sejumlah ahli yang menyebut puncak varian Omicron di Indonesia diperkirakan terjadi pada Februari 2022.

Hingga Sabtu (8/1) terjadi penambahan kasus varian Omicron sebanyak 75 kasus sehingga total keseluruhan 414 pasien.

Untuk kasus varian Omicron pada Desember 2021 terdeteksi sebanyak 136 orang.

Pada 2022 hingga 8 Januari 2022 terdeteksi sebanyak 278 orang positif varian Omicron.

Kasus varian Omicron didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan sebanyak 31 kasus merupakan transmisi lokal.

Selain itu, kasus COVID-19 varian Omicron banyak menginfeksi orang yang sudah divaksinasi lengkap.

Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menghimbau kepada masyakarat agar tak berpergian ke luar negeri.

''Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,'' kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Ibu Siti Nadia Tarmidzi.

Baca Juga: Kasus Terus Meningkat, Ketahui 5 Cara Penularan Varian Omicron Menurut Ahli

1. Puncak kasus Omicron Indonesia

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes memperkirakan lonjakan kasus varian Omicron akan terjadi pada Februari 2022.

Tepatnya, prediksi lonjakan terjadi pada minggu kedua Februari.

Selain itu, ahli epidemiologi Indonesia juga memprediksi puncak varian Omicron atau gelombang ketika akan terjadi Februari dan Maret 2022.

Namun, lonjakan kasus COVID-19 kali ini akan sangat rendah dibandingkan varian Delta.

"Tapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa dengan Omicron ini potensinya itu moderat dalam artian, moderat gelombang 3 beban di faskes, beban kematian, lebih moderat (rendah) keparahannya dibandingkan dengan Delta," Ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University, Pak Dicky Budiman.

Selain itu, varian Omicron tak memiliki tingkat keparahan seperti Delta, meski penularan varian Omicrom perlu diwaspadai.

Ini karena, kasus varian Omicron banyak menginfeksi orang yang sudah divaksin lengkap dan bergejala ringan.

Selain itu, ia meminta mitigasi terus digencarkan seperti testing, tracing dan treatment serta penerapan protokol kesehatan. 

Baca Juga: 4 Negara Alami Lonjakan Varian Omicron, Mulai Turki hingga India

2. Mengenal gejala Omicron di Indonesia

Varian Omicron memiliki sejumlah gejala yang menyerupai flu biasa.

Gejala varian Omicron antara lain:

1. Batuk kering

2. Mudah lelah

3. Hidung tersumbat

4. Pilek

5. Sakit kepala

Baca Juga: WHO: Varian Omicron Tak Boleh Dianggap Remeh Meski Gejala Ringan

-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.