Find Us On Social Media :

Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Gejala Utama Long COVID-19 pada Anak

Berbeda dengan orang dewasa, salah satu gejala Long COVID-19 pada anak sakit kepala.

GridKids.id - Kids, apakah kamu tahu istilah Long COVID? Sebutan untuk istilah Long COVID belakangan banyak dibicarakan oleh khalayak.

Istilah Long COVID-19 merupakan situasi yang dialami oleh pasien ketika sudah sehat secara klinis atau dinyatakan negatif berdasarkan PCR namun masih merasakan gejala COVID-19.

Berbeda dengan orang dewasa, terdapat gejala utama Long COVID-19 yang terjadi pada anak-anak.

Baca Juga: Coba Cek Tubuhmu, Ini 11 Tanda Tubuh Alami Long COVID yang Umum Terjadi

Saat ini, kasus virus corona pada anak-anak terjadi cukup meningkat.

Gejala COVID-19 berkepanjangan atau Long COVID-19 pada anak-anak sedikit berbeda jika dibandingkan pada gejala orang dewasa.

Lalu, apa sajakah gejala utama Long COVID-19 pada anak? Berikut ini ulasannya!

Baca Juga: Tanda Tubuh Terkena COVID-19 di Fase Awal yang Wajib Kita Ketahui

Gejala Utama Long COVID-19 pada Anak-Anak

Terdapat pernyataan dari seorang ahli bernama Dr. Rochelle Walensky, yang merupakan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Gedung Putih.

Ia menyatakan bahwa anak-anak dengan gejala Long COVID-19 dalam kurun waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan umumnya akan merasakan kelelahan dan sakit kepala.

Kondisi ini juga terikat keluhan pusing hingga keluhan kognitif yang menimbulkan rasa risau yang sangat memengaruhi suasana hati.

Baca Juga: Seseorang Bisa Terkena Long COVID Setelah Sembuh dari COVID-19, Apakah Long COVID Bisa Menularkan Virus?

Dr. Rochelle Walensky memberikan ulasan bahwa CDC tengah memeriksa kasus Long COVID-19 pada anak-anak.
 
Sejauh ini, penelitian menampilkan kasus Long COVID-19 pada anak-anak cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan orang dewasa.
 
Diketahui, kasus Long COVID-19 pada anak-anak umumnya hanya terjadi sekitar 2-3 persen saja.
Gejala Long COVID-19 pada Anak Sedikit Berbeda dengan Orang Dewasa
 
Dr. Amanda Morrow dan Dr. Laura Malone, co-director dari klinik rehabilitasi anak pasca COVID-19 Kennedy Krieger Institute, juga memberikan sebuah pernyataan.
 
"Kami enggak tahu berapa lama waktu pemulihannya, tetapi banyak pasien yang kondisinya membaik dari waktu ke waktu," ucap mereka dikutip dari Fox News.
 
Klinik rehabilitasi anak memerhatikan sekitar 20-30 pasien COVID-19 usia anak-anak dan remaja, khususnya di bawah 21 tahun.
 
Baca Juga: Waspada, Ini Risiko yang Dirasakan kalau Enggak Melakukan Vaksin COVID-19, Salah Satunya Long COVID
 
Para pasien tampak berangsur membaik usai mendapatkan sejumlah terapi dan mengikuti rencana perawatan medis yang berlaku.
Berbeda dengan orang dewasa, gejala Long COVID-19 yang umum terjadi adalah kelelahan ekstrim, sesak napas dan nyeri dada atau dasa sesak.
 
Long COVID-19 adalah sebuah bukti bahwa COVID-19 memiliki dampak yang luas dan mengerikan.
 
Yuk, tetap di rumah aja dan segera divaksin bagi yang belum, ya!
 
-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.