Find Us On Social Media :

Jadi Salah Satu Gejala Ringan Virus Corona, Apa Itu Malaise?

Apa Itu Malaise? Salah Satu Gejala Ringan Virus Corona COVID-19

GridKids.id - Kids, apa kamu pernah dengar tentang malaise? Malaise disebut jadi salah satu gejala virus corona ringan.

Saat ini (14/9/20), penyebaran virus corona masih terus berlangsung. Bahkan, kasus harian juga enggak kunjung menurun.

Hal ini enggak cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lainnya.

Penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru SARS-CoV-2 ini sudah menginfeksi 28,9 juta orang di dunia. 

Tanda dan gejala umum infeksi virus corona antara lain berupa gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Sementara itu, masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari.

Diberitakan Kompas.com, (7/9/2020) gejala dan masa inkubasi pada setiap orang bisa berbeda-beda.

Paling enggak, ada tiga klasifikasi gejala COVID-19, yaitu:

Mengutip Tanya Jawab Seputar Virus Corona yang disusun oleh Kementerian Republik Indonesia, USAID, dan Germas, Mei 2020, salah satu gejala ringan terjadinya infeksi virus corona adalah Malaise.

Istilah itu masih terdengar asing bagi masyarakat awam, mengingat selain Malaise, gejala ringan COVID-19 yang lain cukup mudah diketahui, antara lain:

Lalu, apa itu Malaise?

Baca Juga: Gejala Virus Corona yang Umum Terjadi pada Anak dan Dampaknya

Malaise

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan, meski terdengar asing, malaise sebenarnya adalah istilah yang umum di bidang kedokteran.

Malaise adalah rasa lesu, lemah, lemes. Hal ini membuat orang jadi malas melakukan sesuatu karena enggak ada tenaga.

Nah, itu adalah respon kalau tubuh sedang dalam situasi melawan infeksi.

Yup! Malaise adalah salah satu bentuk reaksi pertahanan tubuh. Tujuannya agar tubuh beristirahat dan bisa berkonsentrasi untuk melawan ancaman yang masuk.

Sebenarnya, Malaise enggak cuma jadi gejala pada COVID-19, lo. Semua penyakit infeksi itu umumnya mengalami gejala tersebut.

Beda Malaise dan Kelelahan

Meski terlihat sama, tapi ada perbedaan definisi antara malaise dengan kelelahan, Kids.

Kelelahan atau yang disebut fatigue adalah kelelahan yang teramat sangat, kurang energi, dan kurang motivasi.

Hal itu berbeda dengan malaise, yang menjelaskan secara umum perasaan lelah. Karena disebut perasaan, maka sifatnya subjektif.

Lalu, kalau seseorang merasa mengalami malaise, kapan dia harus melakukan tes untuk mendeteksi keberadaan virus corona?

Baca Juga: Survei Buktikan Hampir Semua Pasien Positif COVID-19 Rasakan 1 dari 3 Gejala Ini, Apa Saja?

Yang Harus Dilakukan

Seseorang bisa mengukur sendiri apakah dirinya termasuk berisiko tertular COVID-19 atau enggak.

Kalau merasakan gejala malaise, dan riwayat perilaku dalam dua minggu terakhir ternyata memang berisiko tinggi, maka disasrankan untuk segera mengambil tindakan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan diri di tempat tinggal masing-masing, baik itu di rumah maupun di kos.

Setelah itu, bisa menghubungi tenaga kesehatan dan melakukan janji temu dengan dokter untuk pemeriksaan.

Pemeriksaan COVID-19 enggak bisa dilakukan secara mendadak, kecuali kalau memang merasa sakit parah, seperti sesak napas dan harus mendapat perawatan di IGD (Instalasi Gawat Darurat).

Di Indonesia, umumnya malaise disertai dengan gangguan penciuman. Orang tersebut enggak bisa mencium bau kuat, misalnya minyak kayu putih.

Kalau enggak sedang pilek dan kesulitan mencium bau, maka ada dugaan kuat terinfeksi COVID-19, tapi itu belum bisa jadi diagnosa. 

Baca Juga: Gejala Baru Masih Terus Bermunculan, Ini Daftar Lengkap Gejala Infeksi Virus Corona Menurut CDC

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids  dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di https://www.gridstore.id.