Find Us On Social Media :

Jangan Sampai Terlewat! Inilah 11 Fenomena Antariksa Menarik di Bulan September 2020

Fenomena Antariksa di September 2020

GridKids.id - Pada bulan September 2020, aka ada berbagai fenomena antariksa yang menarik, Kids!

Paling enggak, ada 18 fenomena yang akan terjadi di antariksa.

Fenomena ini mulai dari berbagai fase bulan, sampai oposisi Neptunus.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antarikas (Lapan) Bapak Andi Pangerang mengatakan, akan ada banyak fenomena antariksa yang menarik.

"September ini ada beraneka ragam fenomena antariksa, mulai dari fase-fase Bulan sampai dengan Oposisi Neptunus," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/8/2020). 

Nah, inilah 18 fenomena astronomi yang akan terjadi pada September 2020:

1. Sabtu-Minggu, 5-6 September: Konjungsi Bulan-Mars

Di Indonesia, fenomena ini terjadi pada 6 September 2020 dengan waktu puncak bervariasi antara pukul 13.42 WIT (Jayapura) sampai 11.43 WIB (Sabang).

Kita cuma bisa menyaksikan fenomena konjungsi Bulan-Mars yang terjadi pada 5 September pukul 21.00 WIB (saat Mars di atas ufuk) sampai keesokan harinya pukul 05.30 WIB dari arah Timur sampai Barat-Barat Laut.

Sementara, pada 6 September, konjungsi Bulan-Mars bisa disaksikan mulai pukul 21.15 WIB (saat Bulan di atas ufuk) sampai keesokan harinya pukul 05.30 WIB dari arah Timur hingga Barat-Barat Laut.

2. Minggu, 6 September: Okultasi Mars oleh Bulan

Okultasi Mars oleh Bulan adalah fenomena astronomis saat Mars melintas di belakang Bulan, Kids, sehingga tampak tertutupi oleh Bulan.

Okultasi mars oleh Bulan terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Bulan ke Bumi.

Kalau kamu ingin menyaksikannya, catat waktunya, ya!

LAPAN menyebutkan kalau okultasi Mars oleh Bulan terjadi pada tanggal 6 September 2020 mulai pukul 09.25 WIB sampai pukul 14.03 WIB.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ini 7 Fenomena Langit September 2020 yang Enggak Boleh Dilewatkan

3. Minggu, 6 September: Apogee Bulan

Bulan akan berada pada titik terjauh Bumi (apogee) pada pukul 13.21 WIB dengan jarak geosentris 405.579 km, iluminasi 85,44 persen (fase benjol akhir) dan lebar sudut 25,2 menit busur.

Bulan terletak di konstelasi Pisces saat apogee akan tetap baru bisa disaksikan mulai pukul 21.00 WIB di arah Timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 09.00 WIB.

4. Kamis, 10 September: Retrograde Mars

Kalau diamati dari Bumi, retograde adalah gerak semu planet yang tampak berlawanan arah yaitu dari Timur ke Barat dibandingkan dengan gerak normalnya dari Barat ke Timur.

Kamu bisa mengamati retograde Mars ini mulai 10 September 2020 pukul 05.23 WIB sampai 14 November 2020 pukul 07.36 WIB.

Jadi, kurang lebih fenomena ini akan berlangsung selama 65 hari.

5. Sabtu, 12 September: Oposisi Neptunus

Oposisi Neptunus adalah konfigurasi saat Matahari, Bumi dan Neptunus tampak segaris lurus dan Neptunus terletak pada posisi berlawanan arah terhadap Matahari.

Fenomena oposisi Neptunus ini akan berlangsung pada tanggal 12 September 2020, pada pukul 03.00 WIB.

Jarak Neptunus saat terjadi opisisi ini adalah sebesar 28,92 SA atau 4,33 miliyar kilometer.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Mulai Sore Ini Bulan, Saturnus, dan Jupiter Akan Terlihat Sejajar di Langit Indonesia

6. Senin, 14 September: Tripel Konjungsi Bulan-Venus-Beehive

Pada tanggal 14 September 2020, tepatnya pukul 03.30 WIB sampai pukul 05.30 WIB, dari arah Timur sampai ke Timur Laut, kamu bisa mengamati tripel konjungsi atau kesejajaran Bulan-Venus-Beehive.

Untuk diketahui, gugus Beehive disebut juga dengan sarang lebah, Kids.

Beehive ini adalah gugus bintang terbuka yang terletak di konstelasi Cancer.

7. Kamis, 17 September: Fase Bulan Baru

Bulan memasuki fase konjungsi atau Bulan Baru pada 17 September 2020 pukul 17.59 WIB.

Saat senja, kita bisa menyaksikan Merkurius di ufuk Barat, sementara Saturnus dan Jupiter bertengger di dekat ufuk dan terbenam setelah tengah malam.

Sementara itu, Mars bisa disaksikan sejak pukul 20.00 WIB dan Venus terbit keesokan harinya pada 03.30 WIB dan bisa terlihat sampai terbit Matahari. 

8. Jumat, 18 September: Perigee Bulan

Bulan akan berada pada titik terdekat Bumi (perigee) pada pukul 20.41.12 WIB dengan jarak 359.093 kilo meter.

Bulan terletak di konstelasi Virgo saat perigee akan tetap baru bisa disaksikan mulai pukul 17.45 WIB di arah Timur dan terbenam pada pukul 18.45 WIB.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini 6 Fenomena Langit di Bulan Agustus 2020, Salah Satunya Hujan Meteor Perseids

9. Selasa, 22 September: Konjungsi Merkurius Spica

Puncak konjungsi Merkurius-Spica terjadi pada pukul 18.26 WIB.

Fenomena ini bisa disaksikan dengan mata telanjang dari arah Barat dengan ketinggian 10,7 derajat selama kondisi langit cerah, bebas dari polusi cahaya maupun bebas dari penghalang di sekitar medan pandang.

Spica merupakan bintang paling terang di antara bintang lainnya yang terletak di konstelasi Virgo.

Spica digolongkan sebagai bintang variabel berganda. 

10. Selasa, 22 September: Ekuinoks September

Ekuinoks (equinox) September terjadi pada pukul 20.31 WIB, di tanggal 22 September 2020.

Pada saat fenomena ini terjadi, cahaya Matahari akan jatuh persis di garis katulistiwa dan lama siang serta malam akan sama di seluruh dunia.

Ekuinoks September ini terjadi di hari pertama musim gugur (equinox musim gugur) di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim semi (vernal equinox) di Belahan Bumi Selatan.

11. Kamis-Sabtu, 24-26 September: Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus

Selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 24 hingga 26 September malam hari, Bulan akan berkonjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus.

Mula-mula, Bulan berada di arah Selatan Menenggara (SM) dekat Manzilah Na’aim ketika senja.

Bulan terletak di sebelah Selatan Jupiter dan Saturnus yang terletak di arah Tenggara (TG) dekat Manzilah Albaldah.

Setelah tergelincir ke arah Barat, ketiga benda langit ini mulai terbenam di arah Barat-Barat Daya (BBD) setelah tengah malam.

Keesokan harinya, Bulan sudah bergeser di arah Timur Menenggara (TM) dekat Manzilah Dabih yang terletak di Konstelasi Capricornus saat senja.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini 4 Fenomena Langit pada Mei 2020 yang Bisa Disaksikan dari Indonesia, Salah Satunya Hujan Meteor

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan  komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids  dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di www.gridstore.id.