Find Us On Social Media :

Arti dari Status Kuning Virus Corona di Singapura, Apakah Berbahaya?

Ilustrasi virus corona

GridKids.id - Singapura memasuki fase kuning virus corona. Apa maksudnya, ya?

Virus corona terus menyebar. Saat ini, angka korban meninggal sudah memasuki angka seribu, sedangkan 42.763 lainnya terinfeksi.

Negara yang terkonfirmasi virus corona juga terus bertambah, Kids, sampai 26 negara.

Saat ini, Singapura dikabarkan sudah memasuki fase kuning berkaitan dengan virus corona.

Dikutip dari Channel News Asia, Singapura menangani wabah seperti virus corona dengan menggunakan cara yang dikenal sebagai DORSCON (Disease Outbreak Response System Condition).

DORSCON memperhitungkan beberapa hal seperti:

  1. Situasi penyakit saat ini di luar negeri
  2. Seberapa besar kemungkinan penyakit itu tiba di Singapura
  3. Apa dampaknya terhadap masyarakat setempat

Dilansir Straits Times, ada 4 fase atau level yang ditandai dengan warna dalam DORSCON.

Inilah rinciannya:

  1. Hijau berarti hanya ada masalah kecil.
  2. Kuning merujuk pada infeksi ringan.
  3. Oranye berarti penyakit ini parah dengan penularan, tapi terbatas. Punya dampak kesehatan masyarakat yang sedang sampai tinggi, seperti SARS pada 2003 lalu.
  4. Merah artinya pandemi tersebut sudah enggak terkendali.

Status kuning virus corona di Singapura menandakan kalau secara umum, kehidupan bisa berjalan seperti biasa.

Status kuning bisa juga menandakan adanya infeksi parah yang enggak menyebar di Singapura, tapi masyarakat perlu berhati-hati.

Baca Juga: Virus Corona di Indonesia Masih Nol, Ahli dari Harvard Prediksi Kasus Itu Enggak Terdeteksi

Makna DORSCON Kuning

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong, melalui Channel News Asia, menggambarkan kondisi Singapura sekarang dalam kondisi "terbatas".

Artinya, Kementerian Kesehatan Singapura mampu mengidentifikasi semua kontak yang terlibat dalam kelompok infeksi dan sumber infeksi.

Semuanya akan berbeda kalau ada kasus "bermunculan" di berbagai bagian Singapura.

Kalau ada beberapa cluster dan enggak diketahui dari mana kasus-kasus itu berasal, maka fasenya bisa pindah ke oranye.

Pada fase kuning, penyakit ini diharapkan bisa menjadi perhatian publik. Tahap ini bisa ditandai dengan langkah-langkah tambahan dalam upaya mengatasi penyakit ini.

Saran dari Kementerian Kesehatan untuk tingkat kuning saat ini adalah tetap berada di rumah ketika sakit, menjaga kebersihan pribadi yang baik dan mencari nasihat kesehatan.

Pemerintah juga sudah menerapkan langkah-langkah menjaga jarak sosial.

Diperkirakan 415.000 orang terinfeksi influenza H1N1 dan setidaknya ada 18 kematian. Hingga Jumat (7/02/2020) ada 30 orang yang positif virus corona di Singapura.

Baca Juga: Selain Virus Corona, 7 Wabah Ini Juga Sempat Hebohkan Dunia, Apa Saja?

Mirip dengan Hong Kong

Kasus virus corona di Singapura hampir sama dengan di Hong Kong, Kids.

Padahal, Singapura berjarak 3.835 km dari China. Sementara, Hong Kong berbatasan langsung dengan China.

Wajar kalau banyak kasus virus corona di Hong Kong karena letaknya yang dekat dengan sumber virus.

Namun, kasus infeksi virus corona di Singapura enggak jauh berbeda dengan Hong Kong.

Dari data gisanddata yang direkap Johns Hopkins University tercatat ada 49 kasus positif virus corona di Hong Kong dengan 1 korban meninggal per Selasa (11/2/2020).

Sementara di Singapura dikonfirmasi 45 kasus positif virus corona. Salah satunya adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia 44 tahun.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Enggak Nyangka Ternyata Makanan Pedas Bisa Bikin Mimpi Buruk

Kenapa kedua wilayah ini memiliki jumlah infeksi yang hampir sama?

Mengenai kondisi itu, beberapa ahli menilai salah satunya karena standar deteksi virus corona di Singapura yang lebih ketat.

Singapura, pada 31 Januari menjadi salah satu negara pertama yang melarang masuknya orang asing yang datang dari daratan Cina.

Selain itu, pendekatan pemerintah Singapura yang aktif menyapu bersih mereka yang terkena dampak virus menjelaskan jumlah temuan kasus yang relatif tinggi.

Pemerintah Singapura mengatakan telah menguji 665 orang. Dari jumlah tersebut, 581 dinyatakan negatif, 39 sedang menunggu hasil dan sisanya, 45 positif.

Baca Juga: Penyakit Misterius Landa Nigeria, Korban Sudah Capai Ratusan dalam Seminggu