Find Us On Social Media :

Perkembangan Alat Transportasi Zaman Dulu dan Sekarang Lewat Cerita Fiksi, Kelas 6 SD

Perkembangan Alat Transportasi Zaman Dulu dan Sekarang Lewat Cerita Fiksi, Materi Kelas 6 SD Tema 9

 

GridKids.id - Kids, pada pembahasan materi tematik kelas 6 SD tema 9, kali ini kita telah sampai di halaman 173 subtema 3.

GridKids akan membahas tentang perubahan dan perkembangan alat transportasi manusia. Sebelum kamu mengerjakan soalnya, bacalah dengan singkat tentang materinya. Perkembangan alat transportasi ini memberikan banyak kemudahan pada manusia dalam penggunaannya sehari-hari. Ada berbagai alat transportasi yang silih berganti seiring berkembangnya teknologi. Alat transportasi masa kini kian canggih dengan mesinnya yang menjadi pilihan utama. Lalu, bagaimana dengan alat transportasi di zaman dulu, ya? Ternyata beberapa contoh alat transportasi zaman dulu terdapat di museum-museum dan ada juga yang dijadikan sebagai koleksi. Agar kamu dapat lebih memahaminya lagi, kamu bisa membaca cerita fiksi di bawah ini!Baca Juga: Apa Saja Dampak Modernisasi pada Alat Transportasi Air dan Udara? Kelas 6 SD Tema 9

Cerita Fiksi Sepeda Ontel Warisan KakekOleh Yoga T.  Kriiing Kreeeng – Kriing Kreeng! Bunyi bel sepeda milik Ayah. Di depan rumah, Ayah sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa pula Ayah akan mengajak Dindin berangkat bersama. Tempat kerja Ayah terletak tepat di depan sekolah Dindin.<span;>  Akan tetapi akhir-akhir ini sikap Dindin agak berbeda. Ia sepertinya malas berangkat bersama Ayah. Dindin pura-pura sibuk mencari buku tulisnya.“Dindin, ayo kita berangkat sekarang!” panggil Ayah dari depan.  “Aku mencari buku catatanku dulu, Ayah! Aku lupa meletakkannya. Ayah berangkat saja dulu. Dindin jalan kaki saja,” jawab Dindin dari dalam kamarnya.Begitu melihat Ayahnya berangkat, Dindin bergegas keluar kamar dan langsung berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Sebenarnya Dindin senang berangkat bersama ayahnya ke sekolah. Hanya saja ada yang membuatnya gelisah. Beberapa teman sekelasnya mulai mengolok-olok sepeda milik ayahnya. Menurut mereka, sepeda Ayah sudah kuno dan ketinggalan zaman.Ayah memang pernah bercerita bahwa sepeda Ayah memang sepeda yang dibuat pada zaman Belanda dulu. Sudah sangat tua. Orang-orang menyebutnya sepeda ontel. Sepeda ini terbuat dari rangka besi yang kuat dan tinggi. Ayah sangat sayang dengan sepeda itu, bahkan sangat bangga. Setiap hari sepeda itu dirawat dan diperiksa dengan teliti. Ayah bahkan memberinya nama sendiri: Srikandi.Siang itu, Dindin pulang sekolah dengan berjalan kaki menyusuri jalan yang sepi. Panasnya matahari membuat Dindin merasa kelelahan. Ia lupa membawa botol air minumnya. Dindin merasa kehausan, dan tiba-tiba kepalanya pening, matanya berkunang-kunang, keringatnya bercucuran. Dindin merasa hendak pingsan.  Tiba-tiba terdengar suara bel sepeda dari belakang. Kriiing kreeng-kriiing kreeng! Itu suara sepeda ayahnya!

Baca Juga: Kunci Jawaban Kelas 6 SD Tema 9, Modernisasi Alat Transportasi Udara Berbahan Bakar Energi Surya

“Din, ayo cepat naik. Kamu pucat sekali! Kamu pasti dehidrasi,” perintah Ayah. Walaupun Dindin merasa segan naik sepeda ayahnya, tetapi ia merasa tidak punya banyak pilihan. Dindin menurut. Ia pulang dibonceng ayahnya.“Ini sepeda peninggalan kakekmu, Din,” kata Ayah ketika Dindin meminta penjelasan mengapa ayahnya sayang sekali dengan sepeda ontel tua itu. Dindin sudah terlihat lebih segar setelah minum cukup air, dan merebahkan dirinya di kursi ruang tengah. Dindin memang tak sabar ingin bertanya soal itu.“Kakek juga sangat sayang dengan sepeda ini, Din. Dan waktu itu Ayah memang berjanji akan merawat sepeda peninggalan ini dengan baik, jika Kakek meninggal, ”jelas Ayah.“ Ayah tahu kamu malu dibonceng Ayah dengan sepeda itu, kan? Kamu harus tahu, sepeda itu kini harganya sangat mahal, Din. Para pencinta sepeda antik menghargainya dengan harga yang tinggi. Tetapi Ayah tidak akan membiarkan sepeda itu dijual. Jadi, Ayah juga berharap, suatu saat nanti Dindin yang akan merawat sepeda itu,“ jelas Ayah panjang lebar.  Dindin tertunduk. Sepeda itu ternyata sangat berharga bagi ayahnya. Dan hari ini sepeda itu menolong Dindin segera mendapatkan pertolongan. Ah, aku harus minta maaf kepada ayahnya.“Maafkan Dindin, Yah. Dindin berjanji akan belajar merawat sepeda Ayah baik-baik sebagai ucapan terima kasih Dindin karena sepeda ini telah menolong Dindin hari ini,” kata Dindin kepada ayahnya.(Sumber: Majalah Bobo, 10 April 2017)  Contoh Soal dan Jawaban 1. Sebuah cerita memiliki persamaan dan perbedaannya masing-masing dengan pengalaman pribadimu maupun dari film yang dinonton. Setelah membaca cerita fiksi di atas, lakukanlah kegiatan di atas!Baca Juga: Materi PJOK Kelas 6 SD: Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Aktivitas Gerak Berirama

- Bagian yang paling disukai dari cerita fiksi di atas: Misalnya, saya menyukai bagian saat Ayah Dindin mengatakan kalau sepeda itu merupakan peninggalan Kakek Dindin yang berharga.

- Persamaan: Misalnya, saya dulu pernah melihat sepeda ontel yang dimiliki Ayah Dindin dan sepeda itu adalah milik Kakek yang sudah enggak digunakan lagi. - Perbedaan: Misalnya, sepeda peninggalan Kakek Dindin dirawat oleh ayahnya tetapi, sepeda milik Kakek saya enggak ada yang merawatnya. Itulah pembahasan materi tematik kelas 6 SD tema 9 tentang perubahan dan perkembangan alat transportasi zaman dulu dan sekarang lewat cerita fiksi.Baca Juga: Kunci Jawaban Teks Bacaan 'Dampak Persatuan dan Kesatuan terhadap Diri Sendiri', Kelas 6 SD

-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.