Kenali Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial, Materi IPS Kelas 7 SMP

(Ilustrasi) ini bentuk-bentuk interaksi sosial yang merupakan materi kelas 7 SMP.

(Ilustrasi) ini bentuk-bentuk interaksi sosial yang merupakan materi kelas 7 SMP.

GridKids.id - Kids, kamu tahu enggak bentuk-bentuk interaksi sosial yang kerap dipelajari di sekolah?

Bentuk-bentuk interaksi sosial merupakan materi IPS Kelas 7 SMP.

Umumnya interaksi sosial dibagi menjadi dua, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disasosiatif.

Lantas, apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial? Yuk, kita cari tahu!

1. Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif kerap digunakan untuk mempererat hubungan serta menghasilkan kerjasama.

Hal tersebut dapat menjadi suatu kelompok yang mempunyai kesamaan pandangan untuk mencapai tujuan.

Interaksi sosial yang memiliki tujuan positif atau ama seperti kerjasama, akomodasi (mediasi, koersi, kompromi, arbitrasi dan adjudikasi), asimilasi dan akulturasi.

1. Kerjasama

Baca Juga: Contoh Interaksi Sosial terhadap Lembaga Sosial, Matari Kelas 7 SMP

Kerja sama merupakan kegiatan yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama.

Dalam kerja sama akan saling mendukung untuk mencapai tujuan.

Contoh kerjasama: mengerjakan tugas kelompok bersama-sama, gotong royong membersihkan lingkungan, kerja sama dalam bermain bola.

2. Akomodasi

Selanjutnya akomodasi merupakan salah satu usaha untuk menyelesaikan konflik.

Akomodasi dilakukan beberapa cara, seperti mediasi yang melibatkan tiga pihak yang netral.

Selanjutnya adjudikasi akan melibatkan pengadilan untuk menyelesaikan konflik.

Arbitrasi dalam akomodasi melibatkan pihak ketiga yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi.

Selanjutnya kompromi yang merupakan akomodasi saling mengurangi tuntutan untuk tercapai kesepatakatan.

Baca Juga: Materi IPS Kelas 7, Pengertian dan Ciri-Ciri Interaksi Sosial

2. Asimilasi

Asimilasi merupakan proses sosial yang muncul karena adanya kebudayaan baru, Kids.

Kebudayan baru akan bercampur dengan kebudayaan asli, sehingga muncul kebudayaan lain pada masyarakat seiring berjalannya waktu.

Contoh asimilasi ialah memakan mi merupakan kebudayaan dari Tiongkok namun telah bergerser di dalam masyarakat mengenai konsumsi karbohidrat nasi menjadi mie.

3. Akulturasi

Akulturasi merupakan pencampuran dua kebudayaan yang ada pada masyarakat.

Contoh alkuturasi seperti kebudayaan Hindu dan Islam yang bercampur, memicu bangunan gapura atau gerbang masjid yang menyerupai pura.

2. Interaksi Sosial Disosiati

Bukan hanya interaksi sosial asosiatif saja. Ada juga interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

Baca Juga: Permasalahan Sosial: Pengertian dan Faktor-Faktor Penyebabnya, IPS Kelas VII

Interaksi sosial disosiatif akan mengarah pada perpecahan serta terjadi perdebatan pendapat.

Umumnya, interaksi sosial bisa dibedakan menjadi persaingan, kontravensi dan konflik.

1. Persaingan

Persaingan merupakan terjadi proses sosial lebih dari dua orang untuk mencari sebuah keuntungan.

2. Kontravensi

Kontroversi merupakan rasa tak suka dan bisa tujukan tanpa sembunyi-sembunyi oleh orang atau kelompok.

Umumnya Kontravensi yang difasilitasi bisa menjadi persaingan.

Namun, jika disampaikan dengan enggak baik bisa menjadi konflik, Kids.

3. Konflik

Konflik merupakan proses sosial antara individu atau kelompok yang bertentangan hingga saling menjatuhkan. 

Baca Juga: Mengenal Sejumlah Dampak Interaksi Antarruang, Materi IPS Kelas 7

-----

Ayo kunjungiadjar.iddan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.